Momentum Transformasi di Awal Hijriyah
Posted: Rabu, 08 Desember 2010 by Dany "Vyr03z" Firdaus in Label: IslamiOleh:Didin Hafidhuddin
Artikel-artikel yang hanya Copy-Paste isinya. Coba dibaca dulu, siapa tahu ada sesuatu yang menarik...
Oleh:Didin Hafidhuddin
Lagu baru dari Kotak buat Kerabat Kotak. Ne lagu diambil dari album ketiganya. Silahkan copy kalo emang mau ngopi (plus susu lebih enak)! (Link Download diakhir postingan)
Beberapa waktu lalu, Yahoo! Indonesia menggelar kopi darat dengan sejumlah blogger dan penggiat di dunia internet Indonesia. Semacam syukuran atas diluncurkannya Yahoo! Mail Beta.
Kopi darat itu tak ada pidato. Para hadirin cukup duduk, memesan makanan, lalu berbincang-bincang antara sesama. Salah satu topik perbincangan yang terdengar adalah soal kapasitas email di "jaman jebot". Menghapus email-email di inbox pernah menjadi kegiatan penting para pengakses internet!
Bicara soal dunia maya di Indonesia, saya kira tak berlebihan bila dikatakan Yahoo! adalah bagian penting di dalamnya. Dulu dikenal dengan mesin pencari, orang-orang lalu menggunakan juga layanan email Yahoo!.
“Tidak ada satu kaum pun yang berdzikir pada Allah, kecuali mereka akan dijaga malaikat, diliputi rahmat Allah dan sakinah (mendapatkan ketenangan),” kata KH Moh Zuhri Zaini menjelaskan sebuah Hadits. “Semoga sabda nabi ini terjadi pada kita,” lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid ini pada acara istighasah rutin malam Sabtu Wage di Masjid Jami’ Nurul Jadid, pertengahan Nopember lalu.
Akhir-akhir ini banyak musibah terjadi; longsor, banjir, gunung meletus dan sebagainya. Setelah Merapi, kini semakin ke timur rupanya, Bromo juga mulai batuk-batuk dan mengkhawatirkan. Semoga ini adalah sebuah bentuk ujian. Karena bagi orang alim, jika ada ujian berarti akan naik kelas. Seperti di sekolah, jika akan naik kelas maka harus siap diuji terlebih dahulu.
Parkour (kadang-kadang disingkat pk) atau l'art du déplacement (seni gerak) adalah aktivitas yang bertujuan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan efisien dan secepat-cepatnya, menggunakan prinsip kemampuan badan manusia. Itu berarti untuk menolong seseorang melintasi rintangan, yang bisa berupa apa saja di sekitar lingkungan dari cabang-cabang pohon dan batu-batuan hingga pegangan tangan dan tembok beton yang bisa dilatih di desa dan di kota. Atlet-atlet parkour dikenal sebagai "traceur" atau "traceuse" untuk perempuan.